Berani jadi jawara dalam Kehidupan?
Kita sering merasa lebih kagum dengan hasil karya orang lain. Kita pun lebih sering merasa takjub dengan kehebatan orang lain. Padahal, kita bisa lebih hebat dari orang yang kita kagumi sekalipun. Namun, mengapa kita lebih sering lupa dengan diri sendiri? Kita menjadi lebih asing dengan diri sendiri kita nggak mampu mengenali diri sendiri karena kita nggak mau mengenal diri sendiri. Seorang pembelajar nggak akan berhenti mencari karena menyimpan segudang pertayaan dalam benaknya. Bahkan, jika telah mendapatkan jawabanya, akan timbul pertanyaan baru dibenaknya. Demikian seterusnya, otaknya tak akan pernah berhenti berpikir. Hatinya pun tak akan pernah berhenti bertanya sehingga kakinya tak berhenti untuk mencari. tanganya pun tak akan berhenti berbuat sebelum titik darah penghabisan. Ada orang yang “tahu banyak”paham bayak”. Ada orang yang “paham bayak”, tapi nggak “berbuat bayak”, dan ada orang yang “berbuat bayak”hal, tetapi nggak “menyelesaikan bayak hal”. Hal yang perlu kita lakukan adalah mencari, menemukan , memahami, action, dan tuntaskan! Itulah pembelajaran. Hanya orang yang sukses menjadi pembelajarlah yang pantas menyandang sebagai generasi genius.